Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Saturday, October 5, 2013

Pengawal Jenderal Soedirman Baru Punya Rumah Setelah 68 Tahun Indonesia Merdeka

Pengawal Jenderal Soedirman Baru Punya Rumah Setelah 68 Tahun Indonesia Merdeka - Rasa haru dan gembira tergambar jelas dari raut Abu Arifin (92) saat mendapat rumah dari Komandan Komando Resor Militer (Korem) 071 Wijayakusuma, Kolonel Kav Nugroho Tjendakiato, Kamis (3/10) lalu.

Abu Arifin merupakan salah satu komadan kawal Panglima Besar Jenderal Soedirman semasa perang gerilya dan kemerdekaan. Abu yang datang bersama beberapa bekas pasukan pengawal Jenderal Soedirman, mengaku senang karena mendapat perhatian dari pemerintah.

"Saya sampaikan rasa terima kasih yang luar biasa kepada pemerintah melalui Korem 071/Wijayakusuma yang memberikan saya rumah untuk ditempati saat usia senja," ujar bapak beranak sembilan ini.

Diakuinya, selama ini, pria pensiunan Mayor CPM ini harus hidup berpindah-pindah lantaran tidak memiliki rumah tetap. "Sejak zaman perjuangan hingga kemarin ini saya harus kontrak rumah, karena tidak memiliki rumah tetap. Jadi seperti 'kontraktor'," katanya sambil tersenyum.

Abu Arifin kini memiliki rumah tipe 36 di Perumahan Dawuhan Asri Sejahtera, Kecamatan Padamara Purbalingga Jawa Tengah.

Abu mengakui, selama ini banyak kalangan masyarakat yang meragukan pemerintah karena tidak memberi perhatian kepadanya. Namun, cibiran terhadap pemerintah tersebut, ditanggapinya dingin.

"Saya tidak masalah dengan suara sumbang masyarakat. Walau mereka tahu kalau saya dulu pernah menjadi pengawal Jenderal Soedirman. Tetapi dengan adanya bantuan ini, saya harap nada sumbang itu tidak ada lagi, karena pemerintah memang memperhatikan kami," ujarnya.

Walau sudah tak sekuat dulu, dia mengaku akan terus berjuang untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan negara Indonesia.

"Kami berkomitmen bahwa kami adalah pejuang sepanjang zaman, bukan hanya saat masa perjuangan dulu. Selama sepanjang nafas, kami akan terus berjuang dan mengikat persatuan," tekadnya.

Komandan Korem 071/ Wijayakusuma, Kolonel Kav Nugroho Tjendrakiarto berharap bantuan yang diberikan dalam menyambut HUT TNI ke-68 dan Kodam IV Diponegoro dapat berguna bagi veteran perang kemerdekaan.

"Ini sebagai tanda terima kasih generasi muda TNI yang masih aktif agar para mantan pejuang dalam hal ini terus mendorong kita semua untuk berjuang dalam menjaga persatuan kesatuan," ujarnya. | merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Jokowi Ingin Adakan MotoGP di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Jokowi Ingin Adakan MotoGP di Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo baru-baru ini mengajukan ide agar Kota Jakarta bisa mengadakan berbagai macam event internasional. Selain akan menyelenggarakan lomba lari marathon, Jokowi saat ini sedang bernegosiasi agar kejuaraan dunia MotoGP bisa digelar di Jakarta.

"Grand Prix nanti lu jual gue belilah. Memang ini promosi Jakarta dalam jangka menengah dan panjang," ujar Jokowi di Monas, Jakarta, Senin (30/9) yang lalu.

Menurut Mantan Walikota Solo ini tujuannya menggelar event-event internasional sebagai promosi Kota Jakarta agar bisa dikenal dunia internasional. Menurutnya, promosi yang diperlukan sebesar Rp 1 triliun.

"Ini marketing kota, memang butuh biaya, tapi saya rasa efeknya positif," ujarnya. Hal ini dilakukan juga karena Jakarta belum mempunyai branding yang kuat sebagai suatu kota.

Untuk menindaklanjuti promosi Jakarta, dia menugaskan tim untuk menanyakan persyaratan dan urusan teknis dalam menyelenggarakan MotoGP.

"Ini mau ke Macau pada Oktober nanti, kami mengirim orang ke sana untuk negosiasi," ujar Jokowi.

Hal ini didukung juga oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Dia mengatakan Jakarta harus bisa menyelenggarakan Grand Prix. Menurutnya, tempat yang tepat untuk itu adalah di Kemayoran Jakarta Pusat.

"Membutuhkan lapangan aspal, tinggal lintasannya yang dibuat," ujarnya.

Minggu ini (6/10) waktu setempat akan digelar MotoGP Sepang, Malaysia dimana Marquez dan Pedrosa akan disidang akibat senggolan yang terjadi pada pertandingan terakhir MotoGP Aragon. Marquez punya peluang besar sebagai pemegang poin tertinggi pada musim ini, meskipun dia merupakan wajah baru di MotoGP. | jawaban.com

Monday, September 30, 2013

Video Lagu 'Kuda Besiku Karya Iwan Fals' di YouTube Untuk Semangati Jokohok

Video Lagu 'Kuda Besiku' Karya Iwan Fals di YouTube Untuk Semangati Jokohok - Sedang diperbincangkan lagu Kuda Coklatku yang ada di YouTube, dengan video clip berisi Jokohok. Setelah game Angry Birds, kini lagu Iwan Fals mewarnai sepak terjang Jokohok.

Berikut Video Lagu 'Kuda Besiku' Karya Iwan Fals:

Patut dicatat, Jokohok selain icon politik, juga icon kultural. Jarang icon politik lain juga memainkan fungsi icon kultural.


Sunday, September 29, 2013

Seorang Pebisnis Bayar Dukun Santet 500 Juta Untuk Santet Jokowi

Seorang Pebisnis Bayar Dukun Santet 500 Juta Untuk Santet Jokowi - Bila pemilihan presiden digelar hari ini, bisa dipastikan Joko Widodo akan keluar sebagai pemenanganya. Hal ini mengacu pada temuan hampir semua lembaga survei yang menempatkan elektabilitas dan popularitas Gubernur DKI Jakarta berada di urutan puncak.

Kinclongnya tingkat keterpilihan kader PDIP itu tampaknya membuat sebagian pesaingnya gerah. Beragam cara mulai dilakukan untuk menjatuhkan mantan Walikota Solo tersebut, bahkan dengan cara menggandeng dukun santet.

Seperti dikutip dari Majalah Misteri, Salim, pakar santet dari Banten mengaku pekan lalu mendapat order dari seseorang untuk menyantet Jokowi dengan uang muka Rp.100 juta. Bila Jokowi sudah berhasil dimusnahkan, akan diberi pelunasan sebesar 400 juta.

Berikut cuplikan wawancara dengan Salim yang kabarnya memiliki istri 17 Jin tersebut.
Apakah Anda tertarik menerima tawaran untuk menyantet Jokowi itu?
Tidak, saya tidak tertarik sama sekali. Jokowi orang baik. Dia akan memimpin negeri ini dengan baik. Diapun seandainya bisa terpilih menjadi Presiden itu murni karena kredibilitas serta kualitasnya yang bagus. Jokowi adalah aset bangsa ini yang tiada duanya.

Apa alasan Anda menolak tawaran itu?
Ya tadi itu kan sudah saya sebutkan. Selain itu menyantet itu dosa besar dan hukumnya haram. Tak ada ampun dari Allah SWT bagi orang yang mengerjakan santet. Dia kan ga punya salah juga. Jadi kenapa mesti disantet.

Siapa yang memberi Anda order menyantet Jokowi Pak?
Wah, itu rahasia. Tapi orang itu dari kalangan pebisnis yang dekat dengan kalangan politik. Dia sudah membawa rekaman suara Jokowi, foto lengkap Jokowi dari kepala sampai kaki dan tanggal kelahiran Jokowi yaitu tanggal 21 Juni 1961. Saya marah sama orang itu dan saya suruh bertobat.

Apakah yang memberi order itu orang dari suku Jawa pak?
Bukan, dari Sumatra dia. Dia pengusaha hebat yang sering membantu pendanaan orang-orang yang mau mencalonkan diri untuk pemilihan-pemilihan.

Kabarnya Jokowi termasuk orang yang sulit untuk disantet, benarkah Pak?
Jokowi itu bukan orang sembarangan. Selain agamanya kuat dia juga orang yang mengamalkan ilmu kebatinan. Dia suka bersemedi untuk memohon petunjuk Allah SWT. Selain itu dia juga seorang sufi, pejabat yang suka shalat malam dan berzikir.

Apakah Jokowi juga punya ilmu mistik Pak?
Yang dipunyai Jokowi hanyalah doa saja. Dia orang yang beraura putih, tidak punya rasa iri, dendam dan sangat mengasihi sesama manusia. Makanya Allah hampir selalu mengijabah setiap doanya.

Bagaimana terawangan bapak seputar berita bahwa Megawati tidak mau mencalonkan Jokowi sebagai Capres?
Tidak benar! Megawati pasti akan mencalonkan Jokowi sebagai Capres di Pilpres 2014 nanti. Jokowi sendiri yang terlalu landai. Karena dia tidak ambisi dan tidak terlalu berpikir untuk jadi Presiden RI. Dia adalah politikus yang rendah hati, taat pada pimpinan. Kesantunan politik seperti inilah yang jarang dimiliki kader-kader partai saat ini.

Andaikan Jokowi nyapres nanti apakan Bapak yakin dia akan melakukan yang terbaik untuk bangsa ini?
Saya yakin Jokowi akan mengakkan empat pilar kebangsaan, menegakkan UUD 45 terutama pasal 33 yaitu semua kekayaan alam ini akan diberdayakan dan digunakan untuk kesejahteraan rakyatnya.

Sumber.kuansingterkini.com

Thursday, September 26, 2013

Heboh!! Foto Diduga Chairul Tanjung Marahi SBY Beredar

Heboh!! Foto Chairul Tanjung Marahi SBY Beredar - Seorang pria diduga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung terlihat menantang dan seolah sedang memarahi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut diperlihatkan oleh foto yang tersebar luas di jejaring sosial internet.

Dalam foto tersebut terlihat pria yang diduga Chairul Tanjungberada di dalam sebuah ruangan. Mengenakan baju batik bermotif warna abu-abu, ia terlihat mengacungkan jari telunjuk tangan kirinya ke arah Presiden SBY yang baru saja masuk bersama rombongan ke ruangan tersebut.

SBY yang dalam foto tersebut terlihat ditemani Mensesneg Sudi Silalahi dan ibu Ani Yudhoyono hanya berdiri tegap sembari kedua tangannya disenderkan ke sebuah kursi.

http://madiunkingdom.blogspot.com/p/foto.html
Foto Diduga Chairul Tanjung Marahi SBY
Tatapan mata SBY dalam foto itu memang terlihat tajam mengarah ke pria yang diduga Chairul Tanjung yang pada saat bersamaan mengacungkan jari telunjuk kirinya.

Rombongan termasuk Ani Yudhoyono dan Sudi Silalahi bersama pengawalnya yang berseragam TNI hanya membelalak melihat aksi pria tersebut.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak istana maupun Chairul Tanjung soal beredarnya foto tersebut.

Tribunnews sedang berusaha melakukan konfirmasi soal foto itu kepada pihak istana, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. | Tribunnews.com

Wednesday, September 18, 2013

Kisah Adolf Hitler, Tokoh Yang Paling Dibenci Negara Barat

Kisah Adolf Hitler, Tokoh Yang Paling Dibenci Negara Barat - "Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim."

Yang Anda baca berikut ini adalah terjemahan dari sebuah email berbahasa Malaysia dari milis ikasmanca@yahoogroups:

Rasa hormat saya pada lelaki agung ini, Adolf Hitler, semoga ada yang meniru jejaknya pada jaman sekarang.

Saya mengobrol dengan saudara saya yang sedang menyelesaikan tesis PhD-nya. Saya amat terkejut ketika dia menyatakan tesis beliau mengenai Adolf Hitler, pemimpin Nazi. Lalu saya bertanya, "Sudah tiadakah tokoh-tokoh Islam di dunia ini hingga engkau memilih si bodoh ini menjadi tema tesismu???"

Dia tertawa lalu bertanya apa yang saya ketahui tentang Hitler.

Saya jawab bahwa Hitler adalah seorang pembunuh yang membunuh semuanya dan menganggap bangsa Jerman di atas segala bangsa lain. Lalu dia bertanya darimana sumber saya. Dari TV tentunya, jawab saya. Lalu saya katakan bahwa Hitler membunuh semua manusia. Kemudian dia berkata, "Baiklah, pihak Inggris telah melakukan yang lebih keji dari itu".

Pihak Jepang semasa kekaisaran juga sama. Namun, mengapa dunia hanya menghukum Hitler dan menjelek-jelekkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih berwujud hingga hari ini sementara dunia melupakan kesalahan Inggris terhadap Skotlandia, Jepang terhadap dunia dan Afrika Selatan terhadap warga kulit hitam-nya?

Saya lantas meminta jawabannya. Dia meneruskan,?? Ada dua alasan :
1. Prinsip Hitler mengenai Yahudi
Zionisme dan proses berdirinya negara Israel. Hitler telah melancarkan Holocaust untuk membasmi Yahudi karena beranggapan nantinya Yahudi akan menjerumuskan dunia.

2. Prinsip Hitler mengenai Islam
Hitler telah mempelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, dan dia telah menyatakan bahwa ada tiga peradaban yang terkuat yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiganya telah menguasai dunia pada masa lalu.
Sementara Persia dan Romawi masih melanjutkan peradaban mereka hingga hari ini, namun Arab hanya bertengkar dengan sesamanya. Dia melihat ini sebagai satu masalah karena Arab akan merobohkan Peradaban Islam yang dia telah lihat begitu hebat pada masa lalu.
Karena dia merasa kagum pada Peradaban Islam, dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi sewaktu perang, walaupun kepada tentara yang non-Muslim.

Beliau juga memberi kesempatan tentara Jerman yang muslim untuk menunaikan sholat ketika masuk waktunya di manapun juga, bahkan tentara Jerman pernah sholat di Lapangan Berlin dan Hitler menunggu hingga mereka menyelesaikan sholat jamaah untuk menyampaikan pidatonya.

Adplf Hitler juga sering bertemu dengan para Ulama dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama dan kisah para sahabat dalam menyusun strategi.

Dia juga meminta para Syeh untuk mendampingi tentaranya dan mendoakan mereka yang non-muslim dan memberi semangat kepada tentara muslim untuk memerangi Yahudi.

Semua data ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh saudara saya untuk tesis PhD-nya dan dia meminta saya untuk tidak menambahi apapun supaya tidak menyusahkannya ketika memaparkannya nanti. Dia melarang saya memadukan kajian ini dengan data-data dari internet karena saya bukan pakar bidang sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada di sini sudah lama tersebar dan semua orang boleh melihatnya di internet.

Namun, saya tetap mencari data tambahan dari internet dan menemukan beberapa hal yang menarik:
1) Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.
Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler berniat menyampaikan pidato. Dia memerintahkan para penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang agung dari kitab suci, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang sastrawan Iraq yang tanggal di Jerman memberi masukan ayat Al-Quran yang artinya "Telah dekat Hari Kiamat dan telah terbelah bulan".

Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalimat pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut bermakna keagungan, kekuatan dan arti yang mendalam.

Hal ini dinyatakan Adolf Hitler dalam bukunya Mein Kampf yang ditulis di penjara bahwa segala tindakannya berdasarkan Al-Quran khususnya tindakannya terhadap Yahudi..

2) Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar
Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar pimpinan tentaranya yang akan tamat belajar di Akademi tentara Jerman.

Saya bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan inilah sumpah suci saya, bahwa saya akan mematuhi semua perintah pimpinan tentara Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, panglima tertinggi, bahwa saya akan selalu bersedia untuk mengorbankan nyawa saya kapanpun demi pemimpin saya??

3) Adolf Hitler pantang meminum arak
Ketika dia gemetar saat keadaan pasukan Jerman sedang goncang dan berbahaya. Waktu itu para dokter memintanya meminum arak sebagai obat dan beliau menolak sambil berkata, "Bagaimana anda ingin menyuruh seseorang minum arak untuk pengobatan sedangkan dia seumur hidupnya tak pernah menyentuh arak".

Ya, Hitler tidak pernah menyentuh arak sepanjang hayatnya, minuman kegemarannya adalah teh celup yang khas.

Tujuan penulisan ini bukanlah untuk membela apa yang telah dilakukan Adolf Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh pihak Barat. Semoga kita semua memperoleh manfaat....


Tuesday, September 10, 2013

Sepenggal Kisah Perjalanan Presiden Soeharto Dalam �Pak Harto The Untold Stories�

Sepenggal Kisah Perjalanan Presiden Soeharto Dalam �Pak Harto The Untold Stories� - �Hina bagi mereka yang tak tahu dan tak mengerti, tapi tidak bagi mereka yang mengetahuinya secara mendalam, secara lebih dekat, dan lebih jujur.� Kalimat inilah barangkali layak disematkan kepada Mantan Presiden RI ke-2, H. Muhamad Soeharto. Di tengah menggumpalnya berbagai sorotan negatif dan penilaian buruk terhadapnya, presiden yang akrab dengan nama Pak Harto ini ternyata juga menyimpan segudang pujian. Hal ini terlihat dalam sekumpulan testimoni yang terangkum dalam bukuPak Harto The Untold Strories.

Buku besutan Mahpudi, dkk yang diterbitkan PT Kompas Gramedia Pustaka Utama (2011) ini menjadi kompilasi historis kehidupan Soeharto dari berbagai sisi. Buku ini seperti hendak membuka �tira-tirai� sejarah yang tak terekspose selama ini. Buku ini pula seperti membenarkan ungkapan, �Setiap orang memiliki keistimewan-keistimewaan.�

Berikut ini sebagian isi buku tentang testimoni presiden Soeharo yang memimpin Indonesia selama 32 tahun oleh sahabat-sahabat karibnya:

Paham Nasib Rakyatnya (Wiranto, mantan Panglima)
Setiap kali hendak bermain golf di Rawamangun, Pak Harto hanya dikawal satu jip pengawal di belakang. Posisi duduk pun berubah, Pak Harto di samping pengemudi, ajudan di belakang. Suatu kali ketika tiba di Jalan Paramuka dan hendak belok kiri ke arah rawamangun, antrean kendaraan yang dihentikan polisi sudah terlalu panjang. Terdengar klakson bersahut-sahutan. Mengetahui itu, lantas Soeharto berpesan, �Lain kali polisi tidak perlu menyetop mereka terlalu lama. Mereka kan punya keperluan yang mendesak, sedang saya kan hanya mau berolahraga. Jadi biar saya menunggu sebentar, kan tidak apa-apa.�

Paham Nasib Rakyatnya (Tengku Zulkarnain, Ulama asal Medan)
Pertanyaan saya terjawab setelah mendarat di kampung itu. saya melihat penduduk yang sederhana bisa hidup nyaman di tanah leluhur mereka. Di tempat seterpencil itu ada pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), ada SD inpres dengan guru-gurunya, juga ada rumah ibadah. Pemerintah yang menyediakan itu semua. Kenyataan itu mulai mengusik nurani saya yang bertanya, jika Pak Harto dibilang jahat, masak orang jahat berbuat kebaikan yang seniscaya itu?

Paham Nasib Rakyat (Emil Salim, anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI)
Baru ketika kami tiba di Vatikan, saya bisa melaporkan bahwa krisis pangan di Indonesia sudah teratasi, ini membuat Pak Harto tampak sedikit tenang. Seusai acara kenegaraan, setelah tiba di tempat menginap di wisma Indonesia di Vatikan, Pak Harto langsung mengganti pakaian kerja resmi dengan sarung dan kaos oblong. Setelah itu beliau keluar dari kamar dan mengumpulkan kami di ruang makan dan berkata, �Sekarang saatnya kita bisa makan dengan tenang, karena saudara-saudara kita di Tanah Air juga sudah dapat makan dengan tenang."

Saya melihat kelegaan yang sangat di wajah Pak Harto. Dengan penuh syukur kepada Tuhan yang Mahakuasa, kami semua menikmati nasi hangat dan menu yang sangat Indonesia, lengkap dengan sambalnya.

Paham Nasib Rakyat (Sayidiman Suryohadiprojo, mantan Dubes RI untuk Jepang)
Saya terkejut mendapat perhatian Pak Harto yang luar biasa, �Istrimu sakit kan? Bawa sekalian berobat, tidak usah berpikir biaya. Gajimu kan tidak seberapa, kecil di sana. Biar nanti ada yang mengurus biayanya,� kata Pak Harto.

Sepotong peristiwa itu menorehkan kenangan mendalam di hati saya. Pandangan saya akan Pak Harto berubah, dari sekadar pemimpin di pemerintahan menjadi orang tua sekaligus sahabat yang memang harus diberi masukan-masukan yang benar.

Pengajar Kebijaksanaan (Begug Poernomasidi, Bupati Wonogiri 1999-2009)
�Menjadi pejabat itu jangan untuk mencari jenang (materi), tapi carilah jeneng (nama baik). Kalau kamu sudah memperoleh jeneng, maka jenang akan datang kepadamu dengan sendirinya,� itu petuah Pak Harto yang selalu saya pegang.

Pengajar Kebijaksanaan (Sudwikatmono, pengusaha)
�Bisnis itu ada hukumnya. Kamu tidak boleh menzalimi orang. Kalau utang harus dikembalikan. Berdagang harus jujur, kalau tidak maka kita tidak akan dipercaya orang,� begitu salah satu pesan Pak Harto. Pesan beliau itu terus saya ingat dan saya amalkan.

Sosok Sederhana (JB. Sumarlin, Ketua BPK 1993-1998)
Suatu sore di tahun 1984 saya menghadap Pak Harto di kediaman beliau. Pak Harto minta disiapkan makanan ringan, eh yang datang dua gelas pop mie. Pegawai dapur membuka plastik penutup lantas menuangkan air panas. Setelah menunggu sekitar tiga menit, baru mi instan itu diaduk.

Kami pun menyeruput kuahnya dan makan bersama. Itulah pertama kali saya makan pop mie. Orang mengira makanan yang disuguhkan Pak Harto itu mewah dan mahal. Meskipun beliau itu presiden, Pak Harto tidak canggung menyantap mi instan seperti rakyat kebanyakan di luar.

Dirindukan Karena Prestasinya (Sultan Haji Hassan Al Bolkiah, sultan pertama Brunei)
Saya berasa sedih karena Presiden Soeharto tidak lagi ada bersama-sama kita. Namun demikian, saya percaya bahwa segala pencapaiannya semata bagi Republik Indonesia yang dicintainya maupun pertumbuhan ASEAN, kesemuanya merupakan bukti yang nyata terhadap warisan keemasan yang diturunkannya kepada rantau kita.

Dikenang Negara Lain (Fidel Ramos, Presiden Filipina ke-13)
Dengan difasilitasi oleh Pak Harto, pertemuan itu akhirnya dilaksanakan di Istana Cipanas, Jawa Barat, Indonesia. Perundingan damai digelar pada 14-17 April 1993 dihadiri faksi-faksi yang bertikai, perundingan itu membuahkan sejarah besar bagi kami bangsa Filipina, yaitu terciptanya kesepakatan damai antara mereka yang bertikai dan mempersatukan kembali bangsa kami beragam dalam naungan kesatuan nasional Filipina.

Tegas Mengatasi Masalah (Tun Mahathir bin Muhammad, Perdana Menteri Malaysia)
Pak Harto adalah pemimpin yang memahami begitu banyak masalah, sehingga beliau bisa mengatasinya untuk kemudian membangun negara Indonesia dengan baik. Memang ada yang berpendapat bahwa pemerintahan Pak Harto keras, tetapi kami tidak melihatnya seperti itu, karena tidak mungkin suatu pemerintahan tidak berlaku tegas, dengan membiarkan sama sekali adanya masalah-masalah. Banyak negara yang merdeka pada waktu yang bersamaan, sampai sekarang tidak mengalami kemajuan apa-apa karena adanya civil war, perang saudara. Namun Pak Harto dapat mengawal sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah negara jaya.

Pencipta Stabilitas Ekonomi (Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura)
Soeharto menciptakan suatu era stabilitas dan kemajuan di Indonesia. Hal ini membangkitkan kembali keyakinan internasional di wilayah kita, dan membuatnya menjadi aktraktif untuk investasi asing serta mendorong kegiatan ekonomi.

Di bawah Soeharto, Indonesia tidak bersikap serperti sebuah negara hegemoni. Indonesia tidak bersikeras terhadap pandangan dirinya, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan-kepentingan negara lain dalam ASEAN. Sikap ini membuat Indonesia diterima oleh anggota ASEAN lain sebagai first among equal.

Masih banyak sisik melik kisah Pak Harto lewat buku Pak Harto The Untold Stories. Misalnya saja kenangan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin saat mengawal penguasa 32 tahun itu ke Bosnia pada 1995.

Kala itu, di tengah baku tembak antara Bosnia dan Serbia, Pak Harto berkunjung ke Bosnia-Herzegovina menemui Presiden Bosnia Alija Izetbegovic. Pesawat Soeharto terus menerus diawasi senapan anti pesawat udara. Presiden ke-2 RI ini pun dibidik sniper. Namun Soeharto kalem saja.

Saat itu Sjafrie berpangkat kolonel dan menjabat Komandan Grup A Paspampres. Ketika masih berada di Kroasia, terdengar kabar pesawat yang ditumpangi Utusan Khusus PBB Yasushi Akashi ditembaki saat terbang ke Bosnia. Namun insiden penambakan itu tidak menyurutkan langkah Soeharto ke Bosnia.

Karena keterbatasan kursi, hanya Sjafrie dan Mayor CPM Unggul yang mengawal Soeharto dalam pesawat sewaan itu. Sjafrie juga menulis Soeharto enggan mengenakan rompi anti peluru dan helm baja. Padahal semua memakai rompi antipeluru seberat 12 kg yang bisa menahan proyektil M-16.

�Eh, Sjafrie, itu rompi kamu cangking (jinjing) saja,� ujar Soeharto pada Sjafrie.
Pak Harto tetap menggunakan jas dan kopiah. Sjafrie pun ikut-ikutan mengenakan kopiah yang dipinjamnya dari seorang wartawan yang ikut.

�Ini dilakukan untuk menghindari sniper mengenali sasaran utamanya dengan mudah,� terang Sjafrie.

Saat mendarat di Sarajevo, Sjafrie melihat senjata 12,7 mm yang biasa digunakan untuk merontokkan pesawat terbang terus mengikuti pesawat yang ditumpangi rombongannya. Saat konflik, lapangan terbang itu dikuasai dua pihak. Pihak Serbia menguasai landasan dari ujung ke ujung, sementara kiri-kanan landasan dikuasai Bosnia.

�Pak Harto turun dari pesawat dan berjalan dengan tenang. Melihat Pak Harto begitu tenang, moral dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun ikut kuat, tenang dan mantap. Presiden saja berani, mengapa kami harus gelisah,� tulis Sjafrie.

Pak Harto kemudian naik panser VAB yang disediakan PBB. Mereka melewati sniper valley, sebuah lembah yang penuh diisi penembak jitu dari kedua pihak yang bertikai. Untungnya tidak ada apa-apa selama perjalanan. Soeharto pun tiba di istana kepresidenan Bosnia yang saat itu keadaannya memprihatinkan. Tidak ada air sehingga air bersih harus diambil dengan ember. Selama pertemuan, Sjafrie melaporkan ada tembakan meriam tak jauh dari istana.

Setelah meninggalkan istana, Sjafrie pun bertanya pada Soeharto mengapa nekat mengunjungi Bosnia yang berbahaya. Termasuk menyampingkan keselamatan dirinya.

�Ya kita kan tidak punya uang. Kita ini pemimpin Negara Non Blok tetapi tidak punya uang. Ada negara anggota kita susah, kita tidak bisa membantu dengan uang ya kita datang saja. Kita tengok. Yang penting orang yang kita datangi merasa senang, morilnya naik dan mereka menjadi tambah semangat,� jawab pak Harto.

Sjafrie terpesona mendengar jawaban ini.

Soeharto di Mata Rakyat Malaysia
Mantan Presiden Soeharto tak hanya dikenang oleh Bangsa Indonesia. Penguasa Orde Baru itu tampaknya juga dikenang oleh pemerintah dan masyarakat negeri jiran, Malaysia.

Dalam peluncuran buku berjudul �Pak Harto The Untold Stories� di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu 8 Juni 2011, mantan Menteri Penerangan Malaysia Tun Sri Zainudin Mahidin yang hadir mewakili mantan PM Mahathir Muhammad mengatakan Malaysia berhutang budi pada mantan Presiden Suharto atas peranannya mengakhiri beberapa konflik di Malaysia.

�Meski tidak menampakkan keakraban, tapi dalam ta�ziahnya Mahathir telah membela Pak Harto dari tuduhan orang-orang yang telah melupakan jasa-jasanya,� kata dia dalam sambutan peluncuran buku.

Mahidin yang juga mantan jurnalis itu mengatakan sosok Soeharto sebagai orang yang berwibawa. Selain sebagai tentara, dia kenal sebagai seorang diplomat yang bagus. �Oleh karenanya terpatri di benak masyarakat Malaysia untuk mengabadikan nama Soeharto,� kata dia.

Sebagai bukti penghormatan rakyat Malaysia kepada Soeharto, di sebelah utara Hulu Selangor negeri jiran itu ada suatu wilayah yang disebut Kampong Soeharto. Kampong yang berdiri diatas tanah seluas 174,047 hektar ini dihuni 178.500 jiwa, terdiri dari etnis Melayu, Jawa, Banjar dan India.

�Nama Pak Harto terpatri di rakyat malaysia sebagaimana ada Kampong Soeharto, Masjid Soeharto, rumah sakit Soeharto, dan Sekolah Kebangsaan Soeharto,� tuturnya.

Meski era kepemimpinan Soeharto sudah berakhir namun sebagai penghormatan kepada Soeharto, nama kampung itu tidak dirubah.

�Walaupun Pak Harto sudah berhenti, Kampong Suharto tidak akan dirubah namanya, karena hubungan Indonesia dan Malaysia berjalan sangat baik pada masa tersebut,� kata dia

Incognito Bersama Pak Harto
Pada pertengahan tahun 1970-an, almarhum Presiden Soeharto kerap mengadakan kunjungan diam-diam(incognito) ke desa-desa. Benar-benar incognito,karena dilakukan secara rahasia, dengan menggunakan mobil jeep bukan mobil kepresidenan. Jeep yang digunakan Toyota Hardtop yang populer ketika itu dan dapat masuk ke pelosok-pelosok desa.

Rombongan incognito Pak Harto ketika itu tidak lebih dari tiga kendaraan termasuk ajudan dan pengawal presiden. Begitu rahasianya kunjungan diam-diam itu hingga dilakukan tanpa memberitahukan kepada para menteri,apalagi pejabat daerah setempat. Pak Harto ingin mendapat informasi langsung dari sumber pertama, rakyat yang diajaknya berdialog.

Begitu rahasianya kunjungan itu, sehingga wartawan Antara,Pattirajawane, yang ketika itu bertugas di Istana sejak masa Bung Karno, diminta datang oleh Kepala Dokumentasi dan Media Massa Setneg, Dwipayana, yang lebih akrab di kalangan teman-teman pers dengan panggilan Pak Dipo. "Besok Anda berangkat ikut Presiden Soeharto," kata Pattirajawane menirukan kata-kata Pak Dipo.

Dia juga mengingatkan bahwa perjalanan tersebut rahasia dan tak boleh seorang pun tahu. Juga istri dan kantor,tidak boleh tahu. Keesokan harinya, berangkatlah dia, antara lain bersama Saidi, fotografer yang menjadi kepercayaan Pak Harto. Patti sengaja dipilih, karena selain senior, juga menguasai bahasa Jawa yang banyak digunakan Pak Harto dalam berdialog saat menemui rakyat kecil.

Pernah ketika Pak Harto mengemukakan niatnya untuk melakukan kunjungan incognito, pihak Komandan Paswalpres, seperti dituturkan Casmo Tatilitofa dalam buku Catatan Ringan Wartawan Istana, mengatakan, "Kami tidak berani mengambil risiko keamanan, Pak". Menanggapi kekhawatiran itu, almarhum Presiden Soeharto menjawab kalem, "Masak takut? Kita kan semua tentara."

Setelah bergabung dengan Pak Harto di Bekasi seperti dipesankan Pak Dipo rombongan menuju Majalengka.Dalam kunjungan ini Pak Harto mengaku sebagai Pak Mantri.Rupanya karena di perjalanan sering berdialog dengan rakyat, di antara para pedagang di pasar dan petani di persawahan,ada yang tahu bahwa yang mengaku Pak Mantri itu adalah Presiden Soeharto. Rupanya, seorang kepala desa tidak siap menyambutnya.Hingga terpaksa tengah malam menggedor sebuah toko milik Cina untuk membeli kain blacu guna dijadikan seprai untuk tidur Pak Harto. Di sini, Pak Harto mandi di sumur.

Ketika berada di Cilacap, Jawa Tengah, saat meninjau SD Inpres, Pak Harto rupanya melihat ketidakberesan pembangunan gedung sekolah yang disubsidi pemerintah itu. Ia menendang dinding sekolah dengan sepatunya dan ternyata dinding itu ambruk."Siapa anemer (pemborong) bangunan ini?" tanyanya sambil sekali lagi menendang dinding yang keropos. Dia minta agar pihak pemborong bertanggung jawab terhadap bangunan tersebut.

Suatu hari, ketika berada di Jawa Tengah, kedatangan diam-diam Pak Harto diketahui banyak orang. Pasalnya, ada yang mengenalinya dan akhirnya kunjungan yang sebelumnya dirahasiakan itu terbongkar. Kontan saja, bupati, gubernur, dan para pejabat Pemda berdatangan memburunya.

Masih dalam penyamaran, ketika berada di Gunung Kidul, ada rapat di kelurahan. Mereka tidak tahu yang masuk adalah Pak Harto yang minta agar rapat diteruskan setelah berhenti sejenak. Ketika itu, rapat membahas soal pupuk. Pak Harto yang anak petani itu mengoreksi cara-cara dan ukuran penggunaan pupuk. Di Kemusuk, desa tempat kelahirannya, Pak Harto menginap di kediamannya.

Begitu rahasianya kunjungan Pak Harto ke desa-desa itu,sampai Ismail Saleh yang ketika itu menjadi sekretaris kabinet dan pemimpin umum LKBN Antara tidak tahu.Ketika kembali ke Jakarta setelah menyertai Pak Harto,Pattiradjawane dipanggilnya. Pak Ismail memarahinya kenapa tidak memberi tahunya. "Saya ini Sekretaris Kabinet, kenapa kamu tidak kasih tahu saya," kata Ismail Saleh seperti dituturkan Patti.

Di kediamannya, di Jl Cendana, menjelang ulang tahunnya yang ke-64, pada 8 Juni 1985, Pak Harto pernah menerima rombongan tamu istimewa, jumlahnya sekitar 50 orang. Mereka adalah murid SD Petukangan, dan siswa Jakarta International School, Cilandak keduanya di Jakarta Selatan. Mereka datang guna membacakan puisi untuk Pak Harto yang dengan tekun duduk bersama Ibu Tien.

Puisi itu merupakan cuplikan riwayat hidup Pak Harto yang dibacakan sebagai hadiah ulang tahun dari murid-murid SD tersebut. Puisi itu berjudul Putra Pertiwi dan dibacakan oleh murid-murid Jakarta International School, dicuplik dari buku biografi Anak Desa. Yang tak kalah menyentuh adalah ungkapan hati anak-anak SD Petukangan pada Pak Harto, "Semoga panjang umur, semoga sering tersenyum."

Dalam usia yang semakin tua, Pak Harto memang mendapat tempat tersendiri di hati anak-anak. Lebih dari 23 ribu surat setahun dikirim anak-anak dari berbagai pelosok Tanah Air kepadanya. Dan, isinya pun khas anak-anak lugu dan spontan. Mereka misalnya minta perangko, foto Presiden sekeluarga, sampai minta dikirimi sepeda mini. Sebagian besar permintaan itu dikabulkan oleh Pak Harto.

Kisah Pengamen Nekat
 Namanya Munari Ari. Ia bukan menteri, ajudan atau orang dekat Presiden RI kedua Soeharto. Tahun 1980-an ia hanyalah seorang tukang ngamen. Kawasan operasinya mulai perempatan Megaria hingga depan kampus Universitas Indonesia di Salemba. Dan jika malam tiba, ia kerap menumpang tidur di depan kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Namun Ari punya cerita istimewa tentang Pak Harto. Ia menuturkannya dalam buku �Pak Harto, The Untold Stories� yang diluncurkan pada 8 Juni 2011 lalu, tepat 90 tahun usia Soeharto.

Saat sedang �bekerja�, Ari menuturkan, ia kerap memperhatikan mobil-mobil yang melintas. Yang selalu menarik perhatiannya adalah iring-iringan mobil yang rutin melintas di hari Rabu dan Jumat pada jam yang sama. Iringan mobil yang dikawal pasukan pengamanan Presiden ini membawa Pak Harto ke lapangan golf Rawamangun. Biasanya sebelum matahari terbenam, rombongan kembali melintas pulang.

Bukan sekali dua kali Ari dan sahabatnya Herman Obos mencoba nekat mendekat ke bibir jalan untuk melihat rombongan lebih jelas. Namun pengamanan sangat ketat. Ia kerap diusir, bahkan pernah nyaris ditempeleng.

Pada hari Jumat di pertengahan 1986, Ari dan Obos, berhasil lolos dari pantauan aparat. Di seberang Restoran Sasa kawasan Salemba, mereka berdua berbaris tegak rapat sejajar. Masih memegang gitar dan biola, dengan sikap sempurna begitu mobil Pak Harto melintas, mereka mengangkat tangan untuk memberi hormat.

�Upacara� tanpa bendera ini rutin dilakukannya setiap kali rombongan Presiden melintas. Setelah sebulan berlalu, Ari dan Obos merasa setiap kali lewat depan RSCM, rombongan mobil Presiden berjalan lebih lambat. Bulan berikutnya, terjadi hal yang tidak terduga. Saat Ari dan Obos melangsungkan acara penghormatan rutin, mobil dengan plat RI 1 berjalan makin pelan dan bahkan mendekat.

Sejurus kemudian tepat di depan mereka, kaca hitam jendela belakang mobil diturunkan perlahan dan muncullah senyuman khas Soeharto. �Seketika itu juga, saya dan Obos memberi hormat dan berseru, �Selamat siang, Paaaak!�".

Pak Harto seperti biasa tersenyum dan mengangguk. Sejak kejadian itu, polisi tidak pernah lagi mengusir Ari dan Obos yang makin giat menghormat setiap rombongan lewat.

Dan, siapa mengira kegiatan nekat dua remaja ini mengubah hidup mereka kelak. Terkesan dengan aksi dua pengamen ini, Pak Harto pun mengutus putri sulungnya Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut mencari dua remaja itu. Bukan main senangnya Ari dan Obos saat itu. Mereka diajak ke Cendana, bahkan ikut menyumbangkan dua lagu di hari ulang tahun pernikahan Pak Harto dan Bu Tien.

Dia juga dikontrakkan rumah di kawasan Kramat, Jakarta Pusat. Sandang pangan tercukupi. Sampai akhirnya ia merasa tidak bisa hanya menerima uluran tangan terus. Ia pun melamar kerja di salah satu perusahaan milik Tutut. Namun tahun 2000 ia memutuskan keluar. Kini Ari sukses menjalankan usaha biro jasa miliknya sendiri.

�Piye to kok ora bisa ditulung (bagaimana sih kok tidak bisa ditolong)?� adalah pertanyaan Pak Harto ketika ia merasa limbung menghadapi kenyataan baru saja kehilangan belahan jiwanya, Ibu Tien Soeharto-istri tercinta yang puluhan tahun menemaninya mengarungi suka dan duka, istri yang selalu mengobarkan semangatnya, menuangkan kasih sayang, serta menguatkan hati.

Setetes air mata Pak Harto menandai kehilangan besar yang harus diikhlaskannya hari itu, disaksikan Profesor Dr. Satyanegara yang selanjutnya menjadi lebih sering menjaga kesehatan Pak Harto. Demikian pula perjalanan hidup Pak Harto sejak muda yang terekam dengan baik dalam ingatan keluarga besar, sesama kepala negara, para menteri, ajudan, serta orang-orang yang bekerja bersamanya, menjelaskan sisi-sisi lain karakter Pak Harto yang sangat jarang dipublikasikan, yang selama ini tersimpan sebagai the untold stories seorang Pak Harto.

Masih dalam kenangan mesra Pak Harto bersama Ibu Tien, Brigjen TNI (Purn) Eddie Nalapraya, yang berpangkat kapten ketika menjadi pengawal pribadi Pak Harto di tahun-tahun awal menjabat Presiden RI, pernah mendapat pesan jenaka dari Ibu Tien. Ibu Negara itu mengetuk-ngetuk jendela mobil sesaat sebelum Eddie berangkat mengawal Pak Harto memancing ke laut lepas, �Jangan memancing ikan yang berambut panjang ya�.� Pesan canda buat sang pengawal itu membuat Pak Harto tersenyum mendengarnya.

Sementara Profesor Dr. Emil Salim, Menteri Lingkungan Hidup pada masa pemerintahan Pak Harto, menuturkan kisah yang mengharukan ketika sepasukan tentara disiapkan untuk menembaki serombongan gajah yang dilaporkan memorakporandakan kebun-kebun warga desa transmigrasi di Lampung. Rupanya hewan-hewan besar itu keluar dari hutan karena setiap enam bulan sekali mereka perlu berendam di laut untuk mendapatkan garam.

�Mendengar rencana itu, Pak Harto segera memerintahkan agar para tentara tidak menembaki kelompok gajah pada saat mereka pulang nanti, melainkan menggiringnya melalui jalan yang berbeda, dengan menggunakan peralatan yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian seperti genderang dan terompet. Maka pada perjalanan kembali ke habitatnya di atas bukit, gajah-gajah itu tidak lagi menghancurkan kebun dan rumah di desa transmigrasi,� cerita Pak Emil.

Ide sederhana Pak Harto ini berakhir tidak sederhana. �Setelah berhari-hari mengawal kawanan gajah pulang ke hutan tempat tinggalnya di atas bukit, beberapa tentara meneteskan air mata haru karena dapat merasakan terbitnya kasih sayang di hati mereka terhadap hewan-hewan itu. Presiden Soeharto lantas mengundang semua tentara yang bertugas dari yang berpangkat terendah ke rumahnya di Jalan Cendana. Dengan riang Pak Harto menyalami mereka satu per satu sebagai tanda terima kasih,� cerita Pak Emil.

Sampai menjelang akhir hayatnya Soeharto ternyata masih mempedulikan rakyat. Soeharto sempat berencana ingin berjualan nasi dan nugget ikan dengan harga murah agar rakyat bisa makan dengan layak.

Saat itu di tahun 2006, Husni mengunjungi Soeharto di Jl Cendana. Mereka makan bersama. Saat mengobrol, suara Soeharto tidak jelas karena stroke.

�Sekarang harga beras berapa?� tanya Soeharto.
Husni menjawab Rp 6.200 dan itu beras impor dari Vietnam.

Mendengar itu Pak Harto tampak sedih. Wajahnya kecewa. �Berarti swasembada pangan saya gagal,� kata Soeharto.

Di pertemuan lain, Soeharto berencana membuat program 10 ribu gerobak dorong yang menjual nasi murah berisi nasi, nugget ikan, sayuran dan sambal. Selain rakyat bisa membeli makanan bergizi, penjualnya pun bisa mendapat untung.

�Sebungkus Rp 5.500, modalnya Rp 4.500, jadi pedagang mendapat Rp 1.000. Kalau sehari laku 50 bungkus sebulan didapat Rp 1,5 juta. Kalau ada 10 ribu gerobak, berarti ada 10 ribu keluarga yang sejahtera,� terang Pak Harto.

Sayangnya Pak Harto keburu jatuh sakit sehingga keinginannya di masa tua agar rakyat kecil bisa makan nasi dengan lauk pauk bergizi dengan harga murah, tidak pernah terlaksana.

Thursday, September 5, 2013

Cinta Jokowi, Deklarasi 'Pondok Jokowi Presiden Ku' Di Jawa Timur

Cinta Jokowi, Deklarasi 'Pondok Jokowi Presiden Ku' Di Jawa Timur - Wabah 'cinta' Jokowi (Joko Widodo), ternyata merembet ke Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Bahkan, gonjang-ganjing soal Jokowi menjadi peresiden 2014-2019, juga digemakan di Kota Pahlawan ini.

Buktinya, Rabu (4/9), di gedung lantai 3 museum Nahdlatul Ulama Jalan Gayungsari Timur Nomor 35, Surabaya, sebuah kelompok masyarakat mendeklarasikan diri sebagai pendukung setia Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Di Museum NU ini, resmi dibentuk 'Pondok Jokowi Presiden Ku Jawa Timur' atau disingkat 'Pondok JPK Jatim'. Menurut Sekretaris Dewan Koordinator Daerah (DKP) JPK Jawa Timur, Hariyawan Nugroho, tujuan dibentuknya organisasi ini untuk mendorong Jokowi menjadi presiden RI ke 7 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melihat rekam jejak Jokowi selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, kata Hariyawan, mantan wali kota Solo itu layak menggantikan SBY sebagai presiden. Sebab, Jokowi mampu membuat revolusi birokrasi seperti yang diinginkan rakyat.

"Dengan terbentuknya Pondok JPK Jatim ini, kami akan mendorong PDIP agar mau mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Kami sangat optimis, PDIP mau mendengarkan aspirasi ini. Tadi kami juga membuat sebuah petisi berisi permohonan kepada Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri), selaku Ketua Umum DPP PDIP agar bersedia mencalonkan Jokowi sebagai presiden," katanya usai menggelar deklarasi, Rabu sore (4/9).

Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini rakyat butuh sosok pemimpin seperti Jokowi. "Jadi bukan Jokowi yang menginginkan, tapi rakyatlah yang menginginkan dan butuh Jokowi," tegas dia.

Organisasi 'cinta' Jokowi yang baru saja dideklarasikan itu, sudah memiliki kantong-kantong di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

"Di Jawa Timur, akan menjadi pelopor daerah-daerah lain untuk membentuk Pondok JPK. Tadi ada beberapa daerah yang juga kami undang dan meminta untuk segera dilantik menjadi Pondok JPK di daerahnya masing-masing. Secara nasional, nanti ada DKN, di tingkat provinsi ada DKD, sedang di kabupaten dan kota ada Dewan Pelopor Kabupaten/Kota (DPK)," ujarnya. | merdeka.com

Wagub Ahok: Pecat Semua Buruh Yang Minta Gaji Rp3,7 Juta

Wagub Ahok: Pecat Semua Buruh Yang Minta Gaji Rp3,7 Juta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Forum Buruh DKI Jakarta akan melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 3 September 2013. Mereka menuntut kenaikan upah minimum 2014 sebesar Rp3,7 juta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjaha Purnama, mengatakan tuntutan buruh itu adalah permintaan yang tidak logis. Sebab, kata dia, pemerintah menetapkan upah minimum provinsi berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL). Tidak seenaknya.

"Mereka kalau seperti itu dipecat semua (sama perusahaan). Siapa yang mau tanggung jawab. Perusahaan mana bisa bayar seperti itu," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota.

Menurutnya, menaikkan UMP itu bukan suatu langkah tepat karena memberatkan banyak pihak. Sebagai solusinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan berbagai fasilitas di antaranya Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar dan transportasi massal yang murah.

"KJS, KJP sebetulanya untuk membantu buruh, di situ tujuannya. Kami juga siapkan transportasi murah yang 10 persen. Targetnya kan di situ. Kami juga berikan rumah murah untuk mereka tinggal. Tujuannya kan itu. Anda dapat gaji untuk apa. Untuk memnuhi itu semua kan. Nah kami bantu," ucap dia.

Di sisi lain, Ahok menegaskan kepada para pengusaha untuk memberikan gaji sesuai KHL. Jika mereka tidak sanggup, mantan Bupati Belitung Timur ini mempersilakan para pengusaha meninggalkan Jakarta dan mencari kota lain yang biaya tenaga buruhnya lebih murah.

"Saya juga sudah tegaskan berkali-kali, kalau Anda menggaji warga DKI di bawah KHL, kami tidak setuju. Saya tegaskan kalau perusahaan Anda tidak mampu membayar orang sesuai KHL sebagai gaji minimal atau awal, artinya perusahaan Anda tidak boleh ada di Jakarta," ujarnya. | vivanews.com

Thursday, July 25, 2013

Menurut Ramalan Jawa, Jokowi Bisa Jadi Presiden Indonesia

Menurut Ramalan Jawa, Jokowi Bisa Jadi Presiden Indonesia - Budayawan Rohmad Hadjiwijoyo meramalkan presiden Indonesia yang baru akan dimenangkan oleh keturunan Kerajaan Mataram. Hal itu dilihat berdasarkan ramalan budaya Jawa.

�Kalau sudah majapahit, biasanya presiden kita ganti dari keturunan Mataram, kalau sudah Mataram ganti kerjaan Demak. Karena mereka manunggaling Gusti (berketuhanan),� kata Rohmad, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (25/7/2013).

Jika ramalan tersebut benar, maka Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi masih berpotensi untuk menjadi presiden Indonesia mendatang. Pasalnya, Jokowi diduga merupakan keturunan dari kerjaan Mataram.

�Nah, Jokowi dari Mataram,� ujar Rohmad.

Dalam acara diskusi politik di Sugeng Sarjadi Of Goverment (SSSG), Jakarta, Rohmad juga menyebutkan kriteria pemimpin yang akan dipilih oleh rakyat.

Menurutnya, pemimpin pilihan rakyat adalah mereka yang bisa mawas diri dan taat kepada agamanya.

�Siapa yang bisa ngaca diri dan manunggalin gusti dia akan dipilih rakyat,� ujar Rohmad.

Sosok Jokowi memang masih cukup populer di sejumlah survei calon presiden 2014. Nama Jokowi mampu mengalahkan nama tokoh-tokoh yang lain, seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Wiranto, dan juga Prabowo.

Meskipun demikian, Jokowi mengaku belum memikirkan untuk menjadi calon presiden. Jokowi menjelaskan bahwa dirinya saat ini masih berfokus untuk mengurusi DKI Jakarta. Apalagi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga belum memberikan izin kepada Jokowi. | ciricara.com

Tuesday, July 23, 2013

Skenario Pencapresan Jokowi Terungkap Publik

Skenario Pencapresan Jokowi Terungkap Publik - Dokumen hasil survei internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menguji 4 skenario buat Jokowi menghadapi pemilihan presiden tahun depan terungkap. Jajak pendapat digelar 3-15 Mei lalu ini melibatkan 1.500 responden di 33 provinsi.

Merdeka.com memperoleh dokumen laporan survei berjudul Trajektori Politik 2014 dari seorang sumber mengaku dekat dengan Jokowi.

Skenario pertama, PDIP menyorongkan ketua umum Megawati Soekarnoputeri sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla. Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang dengan raihan dukungan 35,2 persen. Sedangkan Megawati-Kalla meraup 25,3 persen, disusul Aburizal Bakrie-Mahfud dengan 18,3 persen.

Menurut skenario kedua, Jokowi maju berduet dengan Pramono Edhi Wibowo, adik ipar presiden. Hasilnya memuaskan. Pasangan ini unggul setelah meraup 34,0 persen dukungan, disusul Prabowo-Hatta (30,0 persen), dan Aburizal-Mahfud (16,3 persen).

Survei juga menjajal posisi Jokowi sebagai kandidat wakil presiden. Hasilnya jeblok meski dia dipasangkan dengan Megawati. Pasangan Prabowo-Hatta menang dengan sokongan 33,4 persen, dibuntuti Megawati-Jokowi (29,9 persen), dan Aburizal-Mahfud (17,3 persen). Perolehan tidak menyenangkan juga terjadi kalau Jokowi menjadi wakil dari Puan Maharani.

Skenario lain adalah Jokowi keluar dari PDIP dan bertarung melawan Megawati. Dia diapsangkan dengan Pramono Edhi Wibowo. Pasangan ini unggul dengan 36,1 persen suara, disusul Prabowo-Hatta (30,5 persen), dan Megawati-Jusuf Kalla (15,2 persen). | merdeka.com

Monday, July 22, 2013

Eric Schmidt, Bos Besar Google Tukang Selingkuh

Eric Schmidt, Bos Besar Google Tukang Selingkuh - Eric Schmidt adalah sosok penting dalam dunia teknologi. Dia adalah mantan CEO Google yang membawa perusahaan itu mencapai kejayaan. Dan saat ini, ia menempati posisi chairman.

Sosok berusia 58 tahun itu baru-baru ini dilaporkan punya sisi kelam, yakni senang selingkuh. Terutama dengan para wanita muda.

Eric Schmidt sudah punya istri, Wendy Schmidt yang tinggal di sebuah mansion bernilai USD 15 juta. Sang istri kabarnya tahu kelakuan suaminya, namun mendiamkan saja.

Schmidt yang punya harta diestimasi USD 5,4 miliar, diyakini menjalin hubungan di luar nikah dengan beberapa wanita. Hubungan itu dirahasiakan, bahkan sang wanita selingkuhan diminta menandatangani kesepakatan untuk tidak membocorkannya.

Salah satu selingkuhannya bernama Kate Bohner, seorang presenter televisi. Adalah teman Bohner yang membocorkan ulah Schmidt.

"Dia memang mengagumi Eric. Ini adalah perselingkuhan serius yang berlangsung selama tiga tahun," demikian kesaksian Jason Parsley, teman Kate yang detikINET kutip dari DailyMail, Senin (22/7/2013).

"Alasan aku berbicara saat ini adalah karena ironis seorang seperti dia (Schmidt-red) bisa bebas mendiskusikan isu privasi orang lain sementara dia menggunakan kekayaannya untuk melindungi citra dirinya," tambah dia.

Selingkuhan Eric Schmidt yang lain termasuk Marcy Simon, seorang eksekutif PR. Marcy kepergok liburan bersama Schmidt dan sampai saat ini masih dekat dengannya.

Masih ada wanita lain yang diduga selingkuhan sang bos, yakni Lisa Shields, produsen program televisi yang pernah diajak berlibur ke Perancis. Kemudian yang terbaru adalah Chau Giang Nguyen, seorang pemain piano asal Vietnam.

Ketika ditanya tentang kehidupan pribadinya, Schmidt menolaknya mentah-mentah. Demikian juga istrinya yang menolak mendiskusikan kehidupan pribadinya. | detik.com