Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, October 1, 2013

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun - Aksi pembantaian PKI tak hanya terjadi di Jakarta tahun 1965 silam. Sebelumnya, pembantaian juga pernah terjadi tahun 1948 di Madiun. Peristiwa getir itu dikenal dengan Monumen Kresek yang bisa dikunjungi wisatawan.

Bila ke Madiun, yang Anda ingat pasti tentang peristiwa pembantaian PKI yang pecah tahun 1948. Kenanglah peristiwa itu dengan mengunjungi Monumen Kresek yang berada di Desa Kresek, Dungus, Kabupaten Madiun.

Beberapa waktu lalu saat berlibur ke Madiun, saya menyempatkan diri untuk mencari tahu di mana letak monumen ini. Di sanalah traveler akan melihat makam korban keganasan peristiwa ini yang ditumpuk menjadi satu. Pambantaian massal, itulah istilah yang tepat.

Jika berangkat dari jantung kota Madiun, Anda membutuhkan waktu sekitar 40 menit ke sisi timur Madiun. Tetapi perjalanan menuju monumen ini tak begitu membosankan.

Sepanjang perjalanan menuju monumen ini, Anda akan melewati rumah-rumah penduduk desa, pasar tradisional yang ramai dan sekumpulan pohon-pohon jati yang rindang.

Jalanan aspal yang mengantarkan Anda ke sana sangat mulus, tak ada gelombang sedikit pun. Hanya saja banyak belokan dan jalannya naik turun bukit. Tak ada angkutan umum dari kota yang mengantar Anda ke sana. Traveler bisa menyewa kendaraan atau menggunakan jasa taksi.

Pertama kali sampai di lokasi ini suasana terlihat sepi dan angin berhembus kencang kala itu. Jarang pengunjung yang menyinggahinya. Mungkin pula orang Madiun sendiri belum tahu lokasi ini karena cukup terpencil.

Pada masa silam daerah ini masih berupa hutan jati yang menyelimuti Madiun. Kemudian peristiwa Desa Kresek mulai pecah tahun 1948. Tak pandang bulu, siapapun dibantai begitu saja oleh PKI.

Banyak tokoh-tokoh penting yang menjadi korban. Mulai dari pejabat, guru, kepala sekolah, TNI sampai penduduk setempat. Tangan korban diikat dan dibunuh hingga tewas. Mayat-mayatnya dikubur menjadi satu di tanah sekitar Monumen Kresek.

Kini traveler bisa melihat adegan pembantaian berupa patung dan beberapa relief yang mengisahkan peristiwa PKI di Madiun. Ada pula rumah pembantaian yang hingga kini tidak dibongkar. Monumen ini sudah punya fasilitas yang nyaman bagi wisatawan. Ada halaman parkir yang luas serta pendopo luas untuk berteduh santai.

Asyiknya lagi saat ke monumen ini, traveler tak perlu membayar tiket masuk. Sebaiknya jika Anda ke sana, waktu terbaik adalah pagi dan siang hari. Sebab membutuhkan waktu perjalanan yang panjang dan sepi menemani. Jika tiba di sana sore hari, Anda tak bisa berlama-lama di sana. Suasana desa pun bertambah gelap dan makin sepi. | detik.com

Sunday, August 11, 2013

Video: Gravity Max Roller Coaster, Sensasi Saat Rel Roller Coaster Dipatahkan

Video: Gravity Max Roller Coaster, Sensasi Saat Rel Roller Coaster Dipatahkan - Musim liburan tiba, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri. Mudik dan rekreasi bersama keluarga tercinta sudah pasti membuat hati gembira.

Salah satu tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi adalah taman bermain. Bagi pecinta roller coaster, Anda tidak boleh melewatkan liburan kali ini tanpa menantang adrenalin. Apakah Anda berani mencoba roller coaster yang satu ini?

Roller coaster adalah permainan yang menantang, hanya mereka yang sehat dan pemberani yang bisa mencobanya. Anda pasti ingin roller coaster yang aman, baik pada pengaman di bahu hingga rel yang tersambung dari awal sampai akhir.

Nah, bagaimana jika rel roller coaster yang Anda naiki sengaja dipatahkan? Mengerikan dan jadi bencana? Tidak juga, justru rel yang patah ini memicu adrenalin dan membuat Anda berteriak histeris.

Anda tidak salah lihat, karena rel roller coaster sengaja dipatahkan saat kereta roller coaster meluncur. Tapi tenang saja, rel yang sengaja dipatahkan ini tidak akan menjadi bencana dan tidak akan membuat kereta roller coaster terjatuh.

Pemandangan yang menyeramkan ini pelan-pelan akan berubah. Patahan ujung rel akan bergerak sendiri ke arah bawah, sesuai dengan gaya gravitasi. Anda tidak akan jatuh bebas, rel itu akan terhubung kembali dengan rel roller coaster yang ada di bawahnya. Lalu, roller coaster akan kembali meluncur kencang.

Berikut Video Gravity Max Roller Coaster:

Wahana yang cukup menyeramkan ini ada di taman bermain Discovery World, Taiwan. Nama roller coaster ini sama seperti keunikannya, "Gravity Max Roller Coaster". Anda yang menyukai roller coaster harus mencobanya jika berkunjung ke Taiwan. | vemale.com

Tuesday, August 6, 2013

Longleat Hedge Maze, Taman Labirin Terpanjang di Dunia

Longleat Hedge Maze, Taman Labirin Terpanjang di Dunia - Saat traveling ke Inggris, cobalah datang ke taman labirin yang bernama Longleat Hedge Maze yang berada di Wiltshire, Inggris. Kalau tidak jeli, bisa-bisa Anda tersesat di tengah taman berlika-liku ini.

Dari situs resmi Longleat House, Senin (24/6/2013) taman labirin disebut-sebut sebagai labirin terpanjang di dunia. Taman ini dibuat oleh Greg Bright pada tahun 1975.

Traveler harus merasakan sensasi berjalan mengitari taman yang memiliki jalur yang rumit dan berliku serta memiliki jalan buntu. Area taman ini seluas 0,6 hektar dengan total jalur di dalamnya sepanjang 2,7 kilometer.

Uniknya, di tengah-tengah taman terdapat jembatan sehingga kita bisa melihat bentuk labirin tersebut dari ketinggian. Sekitar 3.237 hektar taman labirin ini merupakan bagian dari rumah tinggal Marquesses of Bath sejak lama. Lanskap taman labirin ini cukup memukau banyak wisatawan yang datang ke sana.

Tak hanya taman yang berliku saja yang ada di sana. Taman labirin ini juga membuka taman safari yang sudah terbuka untuk umum sejak tahun 1966. Taman safari tersebut dirancang pertama kali dengan adanya jalur langsung untuk mobil dan dihuni oleh lebih dari 500 hewan liar bisa berkeliaran bebas sekitar taman.

Awalnya, sempat terjadi kekhawatiran di kalangan penduduk setempat saat membuka taman safari. Namun, hal tersebut bisa dimaklumi masyarakat sebagai pengenalan pertama saat singa masuk ke wilayah Wiltshire. Semakin lama, taman safari tersebut bisa mengoleksi ribuan satwa liar dari seluruh dunia hingga kini.

Taman ini juga digunakan sebagai tempat wisata edukasi serta banyak diadakan event-event yang menarik wisatawan. Pada bulan Maret hingga November taman labirin ini buka setiap hari Senin-Minggu pukul 10.00-19.30 waktu setempat. Taman labirin ini berada di Longleat House, Warminster, Inggris.

Traveler cukup merogoh kantong 25,07 Euro (Rp 325 ribu) untuk tiket dewasa. Sedangkan untuk anak-anak tiketnya 17,05 Euro (Rp 232 ribu). Banyak juga tersedia promo hemat jika Anda menyempatkan berlibur ke taman ini bersama teman atau keluarga. | gallerydunia.com

Monday, August 5, 2013

Masjid Tiban Surabaya, Masjid yang Dibangun Semalam

Masjid Tiban Surabaya, Masjid yang Dibangun Semalam - Wali Songo meninggalkan kisah yang menyejukkan tapi juga menarik hati. Seperti Masjid Tiban di Jatim, yang konon dibangun hanya dalam semalam. Masjid warisan Sunan Ampel di Jatim bukan hanya di kawasan Ampel. Di Jalan Kembang Kuning Surabaya juga ada sebuah masjid yang dibangun oleh Sunan Ampel, yakni Masjid Tiban. Kini masjid ini jadi destinasi religi menarik selain Masjid Ampel.

Sejarah penyebaran Islam di Surabaya masih meninggalkan jejak. Terutama karena peran serta Raden Rahmad atau yang dikenal dengan nama Sunan Ampel. Salah satu dari sembilan wali ini memiliki banyak napak tilas di Surabaya. Salah satunya adalah Masjid Rahmat di kawasan Jalan Kembang Kuning, Surabaya.

Tidak banyak yang tahu, bahwa cikal bakal Masjid Rahmat yang megah itu ternyata dulunya adalah sebuah pondok kecil. Bahkan pondok kecil ini lebih menyerupai mushala yang terbuat dari bambu. Sebelum mendirikan Masjid Ampel Surabaya, Raden Rahmat diketahui pernah mendirikan sebuah Langgar kecil di Kawasan Kembang Kuning Surabaya.

Langgar tersebut saat ini telah berubah menjadi bangunan masjid besar yang dikenal dengan nama Masjid Rahmat Surabaya. Langgar kecil itu dibangun oleh Raden Rahmat ketika Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Prabu Brawijaya V. Langgar yang dibangun beliau kala itu dijadikan sebagai pusat syiar Islam di kawasan Kembang Kuning. Bisa dikatakan, Langgar Rahmat inilah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Ampel.

Dari tahun ke tahun Langgar Rahmat yang dulu terbuat dari bilik bambu ternyata mengalami pemugaran dan dijadikan masjid. Masjid kecil ini berdiri sekitar tahun 1950-an. Sedangkan bangunan yang ada saat ini dibangun di tahun 1963 dan berdiri hingga sekarang.

Masjid Rahmat Kembang Kuning yang merupakan masjid tertua memiliki keunikan atau ciri khas yang tidak dimiliki oleh masjid lain. Masjid Rahmat memiliki kiblat atau arah sholat yang langsung tepat dengan Masjidil Haram atau tepat menuju ka'bah Mekkah di Arab Saudi.

Dulu waktu ada polemik penentuan arah kiblat di Masjid Rahmat Kembang Kuning. Tapi tiba-tiba terjadi pergeseran di tempat pengimaman dan kemudian sempat dilakukan pengukuran. Dari pengukuran yang dilakukan, tim dari pemerintah sempat heran, karena mihrab masjid pas dengan Mekkah. Tidak ada pergeseran sama sekali.

Tidak hanya pengukuran yang dilakukan pemerintah yang mengherankan itu. Ketika mihrab masjid dilakukan pengukuran dengan teknologi yang lebih canggih sekalipun, pergeseran juga tidak terlihat pada masjid peninggalan salah satu anggota Wali Songo ini. Selain arah kiblat yang lurus sejajar dengan Ka’bah, Masjid Rahmat juga menjadi patokan waktu shalat bagi masjid-masjid lain di Surabaya dan sekitarnya.

Menurut Kitab Pengging Teracah, Raja Brawijaya (penguasa Majapahit) memberikan wilayah kepada Samputoalang atau Raden Ahmad Rahmatullah (nama asli Sunan Ampel). Tujuannya untuk menyebarkan agama Islam di bagian utara tanah kekuasaan Majapahit.

Dalam perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah utara, Sunan Ampel disertai beberapa pengikut. Beberapa di antara mereka ada pengikut setianya bernama Ki Wirosaroyo. Ki Wirosaroyo sebelumnya beragama Hindu. Kebetulan ia punya anak gadis bernama Karimah yang kemudian dipersunting Sunan Ampel. Dari hasil pemikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai dua orang putri, yakni Siti Mustosima dan Siti� Murtosiah. Lalu dua putri Sunan Ampel ini, Siti Mustosima atau Dewi Mursimah, menikah dengan Sunan Kalijaga, sedangkan Siti Murtosiah atau juga disebut Dewi Murtasiah menikah dengan Sunan Giri.

Sesampai di Surabaya di Kademangan Cemoro Sewu, Sunan Ampel lebih dulu membangun tempat ibadah. Tempat ibadah yang didirikan Sunan Ampel bersama Ki Wirosaroyo ini, berbentuk mushala kecil.

Konon langgar atau musala ini dibangun hanya butuh waktu semalam. Di kawasan sekitar bangunan mushala banyak tumbuh bunga berwarna kuning. Sehingga pada pagi harinya masyarakat sangat terkejut dengan keberadaan mushala tersebut. Maka masyarakat sekitar kemudian menyebutnya Langgar Tiban (Langgar Kembang Kuning). Mushala ini sudah direnovasi total menjadi Masjid Rahmat. Renovasi total dimaksudkan karena takut akan adanya pengkultusan yang dikhawatirkan akan menjurus pada perbuatan sirik.

Setelah itu, Sunan Ampel melanjutkan perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya Utara. Sempat pula membangun tempat ibadah di Kampung Penilih Surabaya. Setelah itu kemudian membangun masjid di Ampel Dento yang dikenal dengan nama Masjid Ampel seperti sekarang ini.

Bagi Anda atau traveler yang ingin mengunjungi masjid ini bila menggunakan kendaraan umum dari terminal bus antar kota Purabaya, Bungurasih. Anda bisa naik bus kota jurusan Blauran atau Tugu Pahlawan. Atau bila dari Terminal Joyoboyo, traveler bisa naik angkot lyn D jurusan Pasar Turi. Bus dan angkot tersebut akan melewati Jalan Diponegoro Surabaya. Dari Jalan Raya Diponegoro lokasi Masjid Rahmat berjarak kira-kira 200 meteran. Sedangkan makam Karimah dan Ki Wirosaroyo berada di kawasan Kembang Kuning yang tidak jauh dari Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. | gallerydunia.com

Saturday, August 3, 2013

Leap of Faith, Wahana Bermain Seluncuran Diantara Ikan Hiu

Leap of Faith, Wahana Bermain Seluncuran Diantara Ikan Hiu - Main di waterpark tak pernah seseru ini. Aquaventure di Bahama menantang pengunjungnya untuk naik seluncuran dan melewati kolam penuh hiu. Berani?

Leap of Faith adalah salah satu wahana yang paling favorit di Aquaventure, Atlantis Paradise Island Resort, Paradise Island, Bahama. Pertama, wahana seluncuran ini memiliki tema yang unik yaitu kuil Suku Maya. Kedua, wahana ini akan membuat Anda harus melewati kolam penuh hiu.

Dari Daily Mail, Jumat (2/8/2013), wahana ini merupakan salah satu yang paling ngeri di sana. Kepala Marine Operations, Mark Gsellman pun menjelaskan mengapa ini jadi yang paling ngeri.

"Leap of Faith sengaja dibangun untuk memberi pengalaman yang tiada dua. Tak ada seluncuran lain yang bisa memberikan sensasi lebih seru dari setelah naik wahana ini," kata Mark.

Menurut Mark, adrenalin yang terkuras saat meluncur di kemiringan curam, ditambah sensasi melewati kolam yang penuh hiu tak bisa ditemukan di tempat lain. Tapi tak perlu takut digigit hiu, karena Anda akan masuk ke dalam tabung tembus pandang saat melewati kolam hiu.

Untuk memuaskan adrenalin para pengunjung, kolam ini diisi oleh belasan hiu suster dan hiu karang Karibia yang rata-rata panjangnya 4 meter. Seluncurannya sendiri memiliki panjang 18 meter dan kecepatan meluncur 10,5 km per jam.

Berikut Foto Foto Leap of Faith, Wahana Seluncuran Air Diantara Hiu:


Aquaventure adalah water park terbesar di dunia dengan luas 56,4 hektar. Dalam water park terdapat wahana Power Tower yang setinggi 39,3 meter, 2,8 hektar laguna untuk snorkeling dan berkilo meter pesisir pantai yang bisa dinikmati. | detik.com

Wednesday, July 24, 2013

Naik Turun 1.250 Anak Tangga, Demi Air Terjun Tawangmangu di Solo

Naik Turun 1.250 Anak Tangga, Demi Air Terjun Tawangmangu di Solo - Air terjun Tawamangu adalah tempat menyegarkan badan di Solo. Air terjunnya dikelilingi pepohonan rindang yang serba hijau. Cipratan airnya pun dingin. Jika Anda berminat datang ke sini, lewati 1.250 anak tangga dulu ya!

Berada di lereng barat Gunung Lawu, menjadikan air terjun Tawangmangu memiliki hawa yang sejuk dan menjadi tujuan traveler yang sudah cukup terkenal. Para traveler juga dapat menikmati air terjun, sambil melihat tingkah jenaka monyet-monyet liar di sana.

Traveler bisa melalui jalan darat dengan estimasi waktu sekitar 1 jam dari Solo untuk menuju air terjun Tawamangu. Sebelum bisa menikmati objek wisata air terjun di Tawamangu, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 9.000 untuk wisatawan lokal atau Rp 18.000 untuk wisatawan asing.

Tak sampai di situ, Anda harus melewati anak tangga dulu sebelum tiba di air terjun Tawamangu. Total, ada 1.250 anak tangga yang harus Anda lewati.

Para traveler pun harus menuruni undakan-undakan tangga dan berbelok. Hal ini juga menuntut stamina dan fisik yang kuat. Tapi tidak usah khawatir, di beberapa titik juga disedikan sebuah pondok untuk beristirahat sejenak.

Selain itu, traveler juga dapat melihat habitat monyet-monyet yang berkeliaran secara bebas. Ada yang bergelantungan di pohon, atau mengikuti traveler yang menuruni tangga. Traveler pun harus berhati-hati supaya monyet-monyet itu tidak menggigit Anda. Ingat, para monyet tidak boleh diberi makan ya!

Perjalanan menuruni tangga yang cukup melelahkan akhirnya terbayar juga. Air terjun Tawamangu sudah terlihat dari dekat. Air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter. Air terjunnya dikelilingi oleh pepohonan rindang dan ada juga tempat bermain untuk anak.

Banyak wisatawan yang berfoto di depan air terjun. Tidak jarang, para keluarga datang untuk berpiknik bersama. Setelah puas menikmati air terjun, traveler harus berjuang lagi untuk menaiki undakan tangga.

Tapi kali ini tidak terlalu berat, karena jalannya tidak sesulit saat turun. Ketika sudah sampai di atas, traveler akan disambut oleh sebuah gapura yang bertuliskan "Selamat Anda Sudah Turun dan Menaiki 1.250 anak tangga. Semoga tambah sehat dan sukses". | detik.com

Saturday, July 20, 2013

Wedang Coro, Minuman Khas Asal Pati Jawa Tengah

Wedang Coro, Minuman Khas Asal Pati Jawa Tengah - Ada yang tahu Coro? Itu adalah bahasa Jawa dari kecoak. Nah kalau ada minuman Wedang Coro apakah berarti minuman tersebut diramu dari kecoak?

Beberapa waktu yang lalu saya dan rombongan main ke rumah teman di Juwana, satu kecamatan di kabupaten Pati. Saat malam-malam nongkrong di depan rumah, trus ada seorang ibu menawarkan minuman yang namanya Wedang Coro.

Sontak kami yang dari Jogja langsung ketawa dan membayangkan sesuatu yang enggak nyaman. Namun karena rasa penasaran membuat kita borong semuanya. Ternyata enak..

Memang sih, dari nama Coro alias Kecoa membuat kita terbayang sesuatu yang tidak mengenakkan.

Namun ternyata setelah mencicipi, kita pada suka dan malah nambah. Saat saya tanya pada ibu penjual, bahan dari Wedang Coro ini antara lain jahe, santan, daun pandan, kayu manis, cengkeh, gula jawa, merica dan beberapa bahan lain yang saya lupa.

Rasanya manis, mirip-mirip kuah Wedang Bajigur atau kuah Kolak, namun rasa jahe-nya juga dominan. Minuman seperti ini sangat cocok dinikmati saat malam hari, apalagi saat dingin.

Sayangnya saya gak punya foto-foto proses pembuatannya. Saat ibu itu menawarkan saya untuk datang ke rumahnya keesokan paginya untuk memotret proses itu.

Saya bales nanya, �Gadhah lare setri mboten, bu?�
Hahaha� itu cuma guyon, lagian saya enggak nginep di Juwana, karena malam itu juga saya langsung berangkat ke Kudus dan tidur di sana.

Siapa pernah nyoba minum Wedang Coro? Tapi gak usah nyoba makan Coro.

Wednesday, July 17, 2013

Masjid Aschabul Kahfi Di Tuban, Masjid Megah Didalam Perut Bumi

Masjid Aschabul Kahfi Di Tuban, Masjid Megah Didalam Perut Bumi - Masjid biasanya identik dengan kubahnya yang menjulang tinggi di langit. Namun, di Tuban, Jawa Timur Masjid Aschabul Kahfi malah berada di dalam perut bumi. Unik!

Berada di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, bangunan Masjid Aschabul Kahfi cukup menarik perhatian siapa saja yang melintas. Dari kejauhan, sudah bisa terbaca papan nama yang cukup besar bertuliskan "Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi".

Dari papan nama tersebut saja sudah bisa terlihat betapa uniknya bangunan ini. Sebagai bangunan untuk beribadah, adalah hal yang tidak biasa bagi masjid berada di perut bumi.

Masjid hanya terlihat bagian gerbangnya saja dari luar, bangunan lainnya berada di dalam perut bumi layaknya sebuah gua.

Di pintu gerbang, terdapat kaligrafi yang berkolaborasi dengan tulisan Jawa. Gerbang tersebut dilengkapi dengan gapura yang tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 2 meter. Setelah itu, terdapat tangga yang mengantarkan tiap pengunjung untuk turun menuju bangunan utama masjid.

Tanpa cahaya matahari, Masjid Aschabul Kahfi memiliki ruangan utama yang cukup gelap. Tidak ada sinar selain dari cahaya lampu di sini. Arsitektur masjid mirip dengan bangunan Arab dengan pilar-pilar yang melingkar. Bangunan ini tidak di desain oleh orang asing, tapi KH Shubhan sang arsitek bangunan unik ini.

Awalnya, Masjid Aschabul Kahfi merupakan gua alami yang tanpa manfaat, berbatu dan tandus tak terawat. Kemudian KH Shubhan memiliki ide kreatif untuk mengalihfungsikan gua tersebut sebagai tempat ibadah. Ia sendiri yang mendesain dan mengarahkan semua pembangunan masjid ini.

Bagian atas masjid juga dilengkapi dengan kubah yang megah. Oleh karena bangunan masjid yang ada di perut bumi, membuat kubah Masjid Aschabul Kahfi tidak terlalu tinggi. Sekeliling kubah adalah tanah yang bisa dijadikan tempat bersantai para pengunjung.

Hingga saat ini, Masjid Aschabul Kahfi sebenarnya belum 100 persen rampung dikerjakan. Akan tetapi, bangunan ini sudah bisa digunakan untuk beribadah karena sebagian besar interiornya sudah selesai dikerjakan. Jadi, saat berkunjung ke Tuban, jangan lupa untuk singgah sejenak di Masjid Aschabul Kahfi untuk beribadah.

Tuesday, July 9, 2013

Inilah 3 Tempat Berbuka Puasa Yang Seru Dan Murah di Jakarta

Inilah 3 Tempat Berbuka Puasa Yang Seru Dan Murah di Jakarta - Bagi umat muslin, Ramadhan bukan berarti tidak bisa melakukan wisata kuliner layaknya bulan-bulan lainnya.

Karena bisa jadi justru �perburuan makanan� semakin seru ketika sambil ngabuburit. Di Jakarta banyak tempat makan favorit yang kerap didatangi orang untuk bersantap.

Selama Ramadhan, tempat-tempat itu pun menjadi pilihan untuk berbuka puasa.

1. Kawasan Blok-M dan Blok S
Di Jakarta Selatan, ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi untuk berbuka puasa bersama rekan maupun keluarga. Misalnya Roti Bakar Edi di kawasan Kebayoran Baru tepatnya di Jalan Raden Patah, belakang Masjid Al-Azhar. Jadi setelah shalat magrib berjamaah, Anda bisa berbuka di tempat ini. Kemudian melanjutkan dengan shalat tarawih bersama.

Roti Bakar Edi sudah dikenal sejak tahun 80-an. Di sini Anda dapat menyantap roti bakar dengan aneka isi seperti keju, coklat dan lainnya. Ukuran rotinya besar, perporsinya Rp 7.000 s/d Rp 9.000 per porsi. Roti Bakar Edi pun menyediakan menu lain seperti nasi goreng dengan beberapa pilihan rasa, bubur ayam, siomay, nasi uduk dan Indomie telor kornet serta aneka minuma halal.

Kawasan Blok S pun dapat menjadi tempat yang cocok untuk tempat berbuka puasa. Selama ini Blok S sudah menjadi tempat favorit untuk berwisata kuliner, bahkan merupakan salah satu tempat pilihan hang out anak muda Jakarta. Ada beberapa pilihan tempat makan yang menjadi primadona dan banyak direkomendasikan orang untuk dikunjungi termasuk sebagai tempat berbuka puasa. Ada siomay, bakso, pempek, sate, dan lainnya. Tak ketinggalan es podeng khas Blok S yang sudah tersohor.

2. Kawasan Tebet
Kawasan Tebet pun dapat menjadi pilihan tempat untuk Anda berbuka puasa. Tepatnya di Jalan Tebet utara III. Di sini banyak pilihan tempat makan yang dapat Anda sambangi untuk makanan berbuka salah satu yang cukup terkenal di kawasan ini adalah Warung Wafa tempat yang menyediakan makanan ringan dan pengganjal perut seperti roti bakar, dan indomi telur plus korned. Harga yang ditawarkan di WAFA 99 termasuk murah kisaran harganya Rp 4.000 � Rp 8.000.

Jika kurang puas menikmati santap buka, Anda dapat mengunjungi beberapa tempat makan yang menyediakan jenis makanan lokal maupun internasional. Salah satu restoran yang cukup laris adalah Bebek Ginyo, masih di Tebet. Resto ini memiliki menu bebek goreng, bakar, balado, sambal ijo, dan bebek kremes. Selain itu, menu pendukung seperti sayur asem, urap, pepes bebek, tahu, dan tempe. Minumnya ada es cendol, aneka jus, dan lainnya. Kisaran harga yang ditawarkan sangat terjangkau Harga Rp 4.000 � Rp 14.000.

Masih di Tebet, tak jauh dari Bebek Ginyo ada tempat makan yang menawarkan menu internasional yakni Kafe Burger & Grill yang menawarkan burger. Selain itu juga ada pilihan menu lain, misal sandwich, steak, spaghetti, sop buntut bakar, sop iga bakar, plus aneka minuman dan jus. Nah sekarang tinggal anda yang menentukan tempat mana yang mau kunjungi.

3. Kawasan Rawamangun
Di Jakarta Timur adai banyak tempat yang bisa menjadi referensi untuk wisata kuliner berbuka puasa. Ada yang bersifat musiman, banyak juga yang tetap. Untuk yang musiman di bulan Ramadhan dan bukanya pun hanya menjelang maghrib. Sedangkan tempat yang memang sudah tetap berjualan, untuk bulan ramadhan ini biasanya mulai berjualan menjelang maghrib.

Sebut saja sepanjang Terminal Rawamangun sampai Jalan Paus menjadi tempat pilihan berbuka puasa dari pedagang musiman sampai yang tetap, tumpah ruah. Masih di sekitar Rawamangun, tepatnya di Jajanan Tenda Balai Pustaka berbagai penganan berbuka puasa juga tersedua sejak pukul 5 sore.

Ada lagi tempat ngabuburit yang juga tempat berbuka puasa seperti di daerah Pulomas dan beberapa tempat lain seperti di Pasar Ampera, Pacuan Kuda, dan sepanjang Jalan Pulomas Raya.

Yang unik, beberapa jajanan yang jarang ditemui pun biasanya muncul di Bulan Ramadhan ini. Sebut saja kolak dengan berbagai varian, bubur sura yang berisi berbagai jenis kacang, dan berbagai jenis makanan dari berbagai daerah pun banyak dijual sebagai makanan berbuka puasa seperti gabus pucung, es kacang merah, dan es pisang ijo. | jadiberita.com